Quarter Life Crisis, berkali-kali

November 11, 2020

Unsplash : Tanya Trukyr

Setelah lulus kuliah tahun 2016,aku sering merasa ingin sekali menghilang, lenyap dari kehidupan sosial. Itu masa-masa yang sulit. Masa mempertanyakan eksistensi diri, mengeksplor berbagai jenis kegiatan, berharap salah satunya bisa membiayai hidup yang sudah terlalu malu bergantung pada orang tua. Ya, mungkin masa-masa itu yang sering kita sebut Quarter Life Crisis. 

Waktu akhirnya membawaku pada perjalanan, menyadarkan pada banyak hal. Aku yang setelah lulus ingin melepaskan diri dari bidang kuliahku, Biologi malah Allah beri jalan rezeki lewat Biologi. Aku yang idealisnya hanya ingin menjadi penulis, sastrawati yang kesehariannya menulis dan mencari ide, ternyata harus bertemu hal-hal lain dulu sampai akhirnya menemukan blog sebagai tempatku menumpahkan ide. Ternyata tidak harus seidealis itu. Aku bisa tetap bekerja dan menulis dalam waktu bersamaan.

Hingga akhirnya takdir mengantarkanku untuk lanjut kuliah lagi di 2018. Singkat cerita, aku bertekad setelah lulus tidak ingin hilang arah lagi. Tidak mau bingung lagi seperti sebelumnya. Sambil kuliah S2 ini pun aku tetap menjadi freelancer. Tekadku setelah lulus ingin mendapat pekerjaan full time. Lulus S2, 3 bulan kemudian Allah kabulkan doaku, alhamdulillah aku diberi pekerjaan yang saat ini kulakukan.

Aku kira hidup akan berjalan bahagia-bahagia saja. Ternyata, dalam perjalanan ini aku masih pula mempertanyakan apakah ini yang terbaik untukku? Apa aku ada di jalan yang benar? Apakah aku mengambil keputusan yang tepat? Bukan, bukan aku tidak bersyukur namun perasaan seperti itu tidak bisa terhindarkan.

Lagi-lagi aku mempertanyakan hidup.

Apakah ini Quarter Life Crisis Season 2? Aku tidak tahu. Itulah fakte tentang Quarter Life Crisis yang kemudian aku sadari. Ia ternyata bisa berkali-kali datang. Mungkin namanya bukan Quartel Life Crisis, ya memikirkan hidup saja. Mungkin. Namun, yang aku yakini dalam perjalanan ini, hal yang wajar untuk mempertanyakan pada diri sendiri tentang apa yang sedang dijalani. Sebagai pengingat, sebagai evaluasi kalau ada salah-salah niat, kalau ada usaha yang belum maksimal, kalau ada prioritas yang belum tersusun rapi dan kalau ada manajemen diri yang belum baik. 

Aku percaya segala yang Allah berikan pada kita pasti ada alasannya. Kadang kita perlu waktu untuk sampai tahu alasan itu. Yang pasti jalan yang Allah beri padaku, padamu itu sudah ia rancang sebaik mungkin. Aku jadi sadar bahwa tidak bisa berlama-lama mempertanyakannya. Ini sudah jadi tanggung jawab yang Ia beri padaku, sudah seharusnya melakukannya sebaik mungkin kan ?

You Might Also Like

0 komentar

Ikuti Blog Ini

Pengunjung

Social Media