A Gift for My Self

Maret 22, 2021

Pagi hari, mama bangun lebih pagi, kami sudah sibuk dengan potongan sayur di dapur. Harum kecap yang membakar ayam menyelinap lewat celah-celah jendela. Ucapan selamat ulang tahun, selalu yang pertama dari Ibunda, adik dan ayah tercinta. Ditambah untaian doa-doa dari orang-orang tercinta. Belum jam 8, kami sudah berkumpul di depan berbagai hidangan. Hidangan makanan juga rentetan doa buatku. Itulah bagaimana aku memulai hariku pagi ini, di 22 maret-ku yang ke 26.

Apa yang kamu bayangkan dari seorang wanita berumur 26 tahun?

Apapun yang kau bayangkan, aku mencoba untuk tidak membandingkan diri dengan jalan hidup orang lain. Inilah aku. Aku baru lulus kuliah tahun lalu, belum genap setahun bekerja full time. Bekerja di tengah pandemi mengharuskanku banyak mengerjakan pekerjaanku di rumah. 

Aku belum menikah, bukan karena tidak ingin. Namun, memang menurut Allah sampai hari ini belum waktunya aku menikah. Aku yakin ketika saatnya datang padaku, itulah waktu terbaik untuk menikah. Jadi, aku berusaha menikmati hidupku dan mempersiapkannya sebaik mungkin.

Nah, ini masalahnya. Akhir-akhir ini aku sedang tidak baik-baik saja. Aku kurang menikmati hidupku. Hari berlalu terasa sangat berat. Rasanya banyak hal yang ada di pikiranku mulai dari masalah hati, ayahku yang sedang sakit dan isu dalam pekerjaanku. 

Yang paling menguras pikiranku adalah beberapa hal di pekerjaanku. Kadang aku merasa pekerjaanku akan terasa lebih ringan kalau aku bisa menguasai masalah emosi. Namun, belakangan ini yang muncul adalah beberapa hal terkait emosi, yang menurutku cukup menguras pikiran. Kalau masalah beban kerja, aku tidak ingin mengeluh. Terlalu malu, karena supervisor dan bos ku punya beban kerja yang jauh lebih besar dariku dan mereka tetap tenang mengerjakan semuanya.

Masalah emosi ini selain berdampak pada kinerjaku yang aku rasa agak menurun, juga berdampak pada kepercayaan diriku. Aku sering sekali merasa ragu, takut menyampaikan pendapat, dan merasa tidak nyaman kalau sedang ada dalam circle tertentu. Padahal pekerjaanku 100% online, tapi aku gak nyangka pengaruhnya cukup terasa. Belum lagi kondisi kerjaan yang sebagian besar di rumah, sementara aku butuh bercengkrama dengan orang. Namun, alhamdulillah aku punya waktu 2 minggu sekali ngajar privat, ini salah satu penghibur buatku juga. 

Namun, kadang aku gak merasa punya waktu luang, padahal aku masih sempat scroll social media:" Betul, waktu luangku tidak kugunakan dengan baik. Aku rindu sekali berkonten ria, bikin tulisan, bikin video postingan tapi akhir akhir ini kepalaku penuh dengan kerjaan kantor. Harusnya aku bisa menjadikan kegiatan berkarya ini untuk mengisi waktu luangku. 

Aku sadar aku lelah, aku butuuh istirahat.

Tapi aku gak menggunakan waktu istirahatku dengan baik, akhirnya aku tetap lelah.

Jujur aku jarang mengeluh apalagi di sosial media, jadi tulisan ini adalah hadiah untuk diriku sendiri di ulang tahunku. Gak apa apa mengeluh, tapi sekalian aja. Sekalian curhat panjang seperti ini, biar ketemu solusinya. Ya, gitulah ironi, aku paling gak suka kalau orang membohongi dirinya sendiri, karena nyatanya aku sering membohongi diriku sendiri. Lagi sedih tapi keliatannya hepi hepi aja :" hehe

Selain itu, akhir-akhir ini aku juga ngerasa gak bisa ngendaliin diri sendiri. Gak dewasa. Menurutku kedewasaan itu diliat dari sejauh apa seseorang bisa mengendalikan diri mereka. Mengendalikan diri dari rasa marah, mengendalikan diri dari perasaan negatif dan pikiran negatif yang sebenernya gak perlu dia pikirin dan mengendalikan diri dari rasa malas.

Jadi, doaku buat diriku sendiri, semoga aku bisa mengendalikan diriku lebih baik, tau kalau segala yg Allah kasih ke aku baik buruknya karena Ia menilai aku mampu, dna aku slelau bisa minta bantuanny-Nya kan? Tau mana yang harus dipikirin mana yang enggak, tau cara istirahat yang benar dan semoga aku bisa lebih jujur sama diri sendiri. Aku pingin lebih menikmati hidupku, dan mempersiapkan hidup yang kekal nanti, bukan yang di dunia ini aja. Jadi, gak seharusnya aku serepot itu sama urusan dunia.

Selamat ulang tahun, Rahmi :)

You are blessed <3


You Might Also Like

0 komentar

Ikuti Blog Ini

Pengunjung

Social Media