My Pregnancy Journey : Trimester 1

Tahun 2022 adalah tahun penuh berkah karena akhirnya Allah mempertemukanku dengan jodohku, yang ternyata teman masa sekolah menengah dulušŸ„° Pada tahun yang sama, dua bulan setelah menikah Allah memberikan ujian bagi kami. Aku didiagnosa PCOS, Menstruasiku memang seringnya tidak tepat waktu, tapi saat itu siklusnya terlalu lama. Hampir 50 hari aku belum mens, namun hasil testpackku negatif. Ternyata Obgyn mengatakan bahwa sel telurku kecil-kecil. Aku diminta mengatur pola makan, mengurangi karbohidrat, menurunkan berat badan yg saat itu sudah 46 kg, perlu turun lagi sekitar 2 kg. Dokter juga memberiku obat untuk memperbaiki kerja insulin di tubuhku, karena PCOS ini erat hubungannya dengan resistensi insulin. Baru 2 hari aku minum obat dari Obgyn, hasil diagnosa paru-paruku keluar. Aku terkena TB Paru.

Batukku memang hitungannya sudah berbulan bulan, bahkan setahun namun hilang muncul sehingga kadang aku tak menghiraukannya. Namun, setelah menikah batukku semakin parah, sesak, dan kadang aku terbangun di malam hari hanya karena batuk. Saat diagnosa ini aku terima aku berusaha kuat, aku telfon suamiku krna waktu itu aku diantar adikku karena suamiku sedang bekerja. Dia terdengar cukup kuat di telefon walau kentara sekali dengan khawatir. Saat baru sampai di rumah dia memelukku, sambil menangis. Aku masih ingat sekali momen itu.

Akhirnya kami memutuskan untuk fokus pada pengobatan TBku yg akan berlangsung sekitar 6 bulan. Sejak saat itu obat dari Obgyn tidak lagi aku konsumsi. Walau kami juga tidak menghindari untuk punya anak saat itu, tidak melakukan kb dll, alami saja. Awal mula aku menjalani pengobatan TB, aku masih sangat berharap tetap bisa langsung hamil. Kadang menstruasiku telat 3 hari, atau 7 hari, aku buru buru ambil testpack namun berujung menangis kecewa karena hasilnya kebanyakan negatif.  Sampai jalan 3 bulan, akhirnya aku mencoba pasrah benar benar menikmati masa pacaran dengan suami dan fokus pada pengobatan TBku. Lama kelamaan aku bisa menikmatinya.

Ketika pengobatan TBku selesai aku benar benar berniat ingin konsisten promil dengan mengatur pola makan. Setelah aku mendapat diagnosa PCOS aku mulai berusaha mengurangi karbohindrat, tepung, olahraga, banyak minum air putih dll, namun memang belum konsisten. Sebulan sebelum obat TB ku selesai, aku mulai konsisten lagi menjalani gaya hidup yg lebih sehat. Ditambah ada resep promil yang katanya manjur yaitu air rebusan buah zuriat.

Pengobatan TBku selesai di 18 Maret 2023. Empat hari kemudian aku merasakan lelah yang sangat, padahal aku merasa kegiatanku standar. Aku iseng ambil testpack yg kudapat saat beli buah zuriat. Pure iseng, karena waktunya juga masih siang hari (biasanya aku kalau testpack pasti bangun tidur).
Saat aku cek, tanpa ekspektasi namun mungkin saat itulah Allah mengabulkan doa kami. Garisnya ada dua. Langsung ku video call suami , kami berdua tidak bisa menahan air mata kami. Kami menangis lagi, namun kali ini tangisan haru dan bahagia. Allah seperti membayar segala sedih kami beberapa bulan kebelakang. Allah titipkan nyawa, buah hati kami dalam rahimku, amanah bagi kami berdua untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua. Kami mulai lebih serius bersiap.

Trimester pertama buatku tidaklah mudah, walau aku dapatkan cerita yang masih lebih parah dari yang aku alami. Perutku sering nyeri, mual-mual tidak mengenal waktu, energi radanya seperti dikuras habis padahal cuma baru selesai nyapu rumah saja, sering demam dan flu, rasanya cuma pingin rebahan. Bersyukurnya walau mual, aku tidak sampai memuntahkan makananku. Aku juga tidak pilih pilih makanan, semua kulahap. Walau badanku sering merasa lemas, lebih sering tidur tapi aku masih melakukan aktivitas domestik rumah kami semampuku. Aku masih nyapu, ngepel nyuci kain, memasak untuk suami. Kalau saat demam baru kami beli makanana di luar.
Namun trimester 1 ini kami jalani dengan senang hati karena ini yg memang kami tunggu tunggu. Juga saat saat periksa kehamilan ke obgyn, melihat perkembangan bayi kami dari mulai hanya penebalan rahim saja, ada titik sampai berupa janin. Kami selalu bersemangat dan bahagia.

Selanjutnya di trimester 2, tubuhku sudah mulai mengalami adaptasi. Akan kuceritakan di postingan selanjutnya ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Salsa Hans Jebb Gel Skin Cleaner

Solusi Rambut Rontok dalam 14 Hari : Review Natur Hair Tonic Extract Gingseng & Aloe vera

Cerita Liburan ke Jogja