Wanita Inspirasiku dalam Dunia Tulis Menulis

Oktober 15, 2018

“Pada akhirnya tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun” - Perahu Kertas, Dewi Lestari


Itu salah satu kutipan terbaik dari novel favoritku ”Perahu Kertas”. Sejujurnya, aku baru baca bukunya setelah nonton filmya, tahun 2012. Salah satu film yang pengadaptasiannya tidak begitu jauh dari apa yang ditulis di buku. Novel ini pula yang membuatku jatuh hati sama penulisnya, yap Ibu Suri, Dee Lestari.

Dari sekian banyak buku yang ia rilis, terutama edisi Supernova, novel Perahu kertas (PK) dan kumpulan cerpen Filosopi Kopi yang jadi juaranya. Kemungkinan karena memang ini otak gak nyampe sama cerita Supernova yang rada-rada anti mainstream.
 
PK menurutku adalah tulisan paling ringan dan nge-pop yang perah Dee tulis. Entah mengapa tulisan ini relate banget sama kasus banyak sekali anak muda di Indonesia terutama terkait perjuangan menjadikan passion sebagai kariernya. Kugy yang dalam cerita dikisahkan sebagai seorang remaja periang yang jago dongeng, toh tidak bisa langsung menjalani mimpinya sebagai seorang penulis cerita. Keenan dengan bakat lukisnya, malah harus bergelut dengan dunia bisnis karena tuntutan keluarga. Ceritanya sangat realistis. Kadang memang untuk mencapai impian, jalan yang terbentang tidak semulus itu. Belum lagi balutan bumbu-bumbu cinta mereka, saling melengkapi dalam menemukan dan memperjuangkan visi.





Karakter tokoh-tokoh di dalamnya yang begitu kuat membuat pembaca masuk ke dalam cerita. Kalau baca buku PK, rasanya ngerti banget apa yang Kugy rasa. Mba Dee, menurutku memang sangat serius menggodog cerita dan membuat karakter-karakternya. Gak salah kalau banyak bukunya best seller, dan jadi salah satu penulis wanita papan atas di Indonesia. Belum lagi tokoh-tokoh ini diperankan oleh Maudy Ayunda dan Adipati Dolken yang sangat tepat, jadi sempurna aja gitu visualisasi ceritanya.

PK adalah salah satu novel yang berperan besar bagiku untuk tetap meperjuangkan mimpi dari SMP menjadi penulis dan merilis buku. Tentu, Ibu Suri sebagai Empunya bertanggung jawab atas ini semua. Beliau jadi salah satu inspirasiku di bidang kepenulisan.  Kalau teman-teman pernah baca tulisanku tentang Visualboard, foto beliau yang mamprang disana sebagai tokoh  penyemangatku untuk terus menulis.

Sumber : Hipwee
Wanita kelahiran Bandung, 20 Januari 1976 ini lebih dulu aktif dalam dunia tarik suara bersama grupnya Rida Sita Dewi (RSD). Tentu sudah banyak lagu-lagu yang beliau tulis. Sudah mencintai dunia sastra sejak sekolah, telah banyak karya yang dilahirkan dari mulai cerita bersambung sampai novel-novelnya yang kini masih awet dicetak terus menerus.

Rasanya senang sekali kalau lihat video cerita perjalanan menulis beliau di Youtube atau televisi. Selalu terbayang berbulan-bulan yang dia lalui untuk menghasilkan tiap-tiap karyanya. Duduk menyendiri di salah satu sudut café favoritnya di Jakarta. Mindmap cerita yang dia buat di satu lembar karton besar. Kagum banget sama proses menulis beliau. Keliatan keren dan seriusnya seorang penulis.

Menonton film dari novelnya atau membaca novelnya langsung punya sensasi yang berbeda. Aku sudah baca PK lima kali tanpa bosan. Kalau tiba-tiba kangen sama cerita Kugy&Keenan, aku bakal buka lagi novelnya. Mbak Dee memang punya irama yang rapi dalam penulisan karyanya ini. Perasaan kita ikut terkuras oleh naik turunnya senang sedihnya cerita. Imajinasinya yang liar membuat perasaan dan visualisasi yang tergambar saat membaca berbeda dengan apa yang difilmkan.

Buku favoritku lainnya karya Dewi Lestari adalah kumpulan cerita dan prosa Filosopi Kopi (FK). Kalau teman-teman belum baca bukunya, sebetulnya cerita di dalamnya bukan Filosopi Kopi saja (yang kemudian di filmkan). FK adalah cerita terpanjang di buku itu, tapi masih banyak cerita menarik lain di dalamnya. Yang paling membekas di pikiran saya cerita dengan judul Rico De Coro. Cerita tentang Kecoak yang jatuh cinta pada anak manusia. Keluarga mereka yang saling membenci, jelaslah mana ada manusia yang suka dengan kehadiran sekelompok kecoak. Pastilah dibasmi.  Namun, Rico tetap mencintai anak manusia ini. Ceritanya unik karena mengambil sudut pandang seorang kecoak tapi tetap sarat makna, ya ini mungkin perwujudan dari kalimat cinta dalam diam.

Dewi Lestari lewat tutur ceritanya yang indah banyak mengajarkanku tentang kehidupan. Terutama tentang bagaimana untuk terus memperjuangkan mimpimu, walau jalan menujunya berliku dan tentang hati yang memang bukan memilih, tapi dipilih.
#aiiisshh

Yang fansnya Ibu Suri juga, yuk komen di bawah :)


Selanjutnya, ada Stephenie Meyer. 

Sumber : Geekynews
Tau film Twillight Saga? 
Aku baca novelnya jauh sebelum filmya muncul malah gak nyangka ini novel akan difilmkan. Tepatnya 2009, kelas VII alias 1 SMP. Semuda itu bacanya novel ginian #plak. Aku dikenalkan judul ini oleh sahabatku pindahan dari Australia yang memang Bibliophile banget dan doyan baca novel luar. Ini adalah novel pertama yang aku baca,  yang akhirnya membuatku memutuskan suatu saat pingin menerbitkan buku. Tetralogi Twillight ini punya jumlah halaman yang cukup tebal 500-1000. Pada saat itu bangga aja gitu bisa selesaiin buku-buku setebal kamus ini. 

Seperti yang teman-teman tahu, film Twillight tentang kisah cinta manusia, Vampire dan Werewolf ini memang agak "dewasa". Tapi, kalau teman-teman baca bukunya, Stephenie bisa membungkus adegan-adegan itu dengan bahasa yang cukup halus, jauh dari kata fulgar. Selain itu, cara dia mengambarkan situasi sekitar membuat rasanya kayak memang lagi ada di Folks, kota mereka. 

Terakhir, mamake.


Aku sekeluarga memang pecinta sastra. Walaupun keinginan buat jadi novelis lama-lama berubah, jadi penulis non-fiksi, selalu menyegarkan untuk membaca karya sastra. Darah kecintaan ini kemungkinan besar diturunkan dari mama yang memang juga suka puisi dan suka nyanyi. Bakat ini mengalir di darahku dan adek, yang juga suka sastra dan nyanyi, pokonya all abot arts. Malah kadang suka kaget kalau adek laki satu-satunya bikin caption di socmednya, atau bikin tugas mengarang, kok bisa sepuitis itu yak doi ? ckck
Mama juga seperti emak-emak di jaman millenial ini, sangat aktif di sosial media Facebook. Gak jarang mama bikin puisi, atau prosa-prosa mini disertai gambar disana. Teman facebooknya juga udah banyak banget, lebih dari 3000. Kalau di IG mungkin dah jadi selebgram mheheh
Tulisan ini adalah kolaborasiku dengan teman-teman Bandung Hijab Blogger lho!!  Cek tulisan The Revina yuk :)

You Might Also Like

24 komentar

  1. Aku! Salah satu pecinta Ibu Suri. Beliau itu ide dan cara pengolahn diksi nya dapet banget. Kalo lagi suntuk sama mimpi buat jadi penulis, aku suka buka blog nya Ibu Suri, dan energi semangat itu perlahan bangkit lagi. Semangat teh! Ada waktubya kita buat release buku!

    BalasHapus
  2. Ku baru tau mbak Dee kelahiran Bandung, hihi, maaf ga gaul 😁

    Mama emang inspirasi terbaik buat anak anak nya ❤

    BalasHapus
  3. Manteb pisan euy bacaannya!

    BalasHapus
  4. Dee lestari itu sihh suka bgt baca bukunya

    BalasHapus
  5. mereka emang penulis2 keren n menginspirasi ya

    BalasHapus
  6. Supernova malah favoritku. Bacanya emang kaya sambil ngayal2 gitu tp entah kenapa aku seneng banget. Dulu maraton namatin 6 buku seri supernova kurang dr sebulan saking gak bisa berhenti bacanya , nagih

    BalasHapus
  7. Mama selalu yah jadi panutan gimanapun juga..apalagi krna kita sesama perempuan kali yah..mamaku idolaku

    BalasHapus
  8. Hihihi, samaan say, mimpiku jg kpgn bikin buku ala2 Harry Potter gtuww, tp skrg malah bnyk nulis non-fiksi jugaa...

    Ayooo terusss semangadd, suatu hari nanti In Shaa Allah mimpi qt terlaksana...Aammiinnn

    BalasHapus
  9. dee lestari tulisannya bener-bener 'ajaib'. gk bisa move on dari perahu kertas ;)

    BalasHapus
  10. Tulisan dewi lestari memang selalu emosional ❤

    BalasHapus
  11. Mama emang the best ya teh :)

    BalasHapus
  12. Mama emang selalu jadi panutan dan idolaqu.. Wanita paling kuat dan paling ngerti..

    BalasHapus
  13. Mama wanita terbaik urutan pertama haha. Salut deh mi bisa baca novel setebel itu, kalo aku lebih suka nontonnya soalnya kalo baca suka ketiduran *emang lemah anaknya teh 😁

    BalasHapus
  14. Ibu Suri wanita inspirasiku juga, keren banget. Ku suka novel - novelnya

    BalasHapus
  15. Mbak dee memang inspiratif sekali yaa.. Setiap kata katanya menandaka bahwa dia adalah wanita yang super anti mainstrram. Apalagi tulisanya yang serial supernova, beuuuh keren abis

    BalasHapus
  16. Mak Suri ini ya ... after taste bukunya lama bener hehe tapi aku lebih suka bukunya sih dibandingin filmnya karena ... biasalah ya fans BM (banyak mau) castnya kurang sesuai ekspektasi hehe

    BalasHapus
  17. Sangat menginspirasii ya semuanya

    BalasHapus
  18. Mama panutan semua anak.. 😍

    BalasHapus
  19. Kemarin2 komen ke mbak dee dan dibales lsg sm doi. Oh so humble penulis kesayanganku.

    BalasHapus
  20. aku setuju banget nih sama dee, semua bukunya berkarakter kuat, btw apa yang salah ya laptopku atau gimana ya ko tulisanmu setengahnya tidak bisa terbaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama Ra. hurufnya berubah jadi symbol jadi yg kebaca cuma bagian Dee Lestari doang :o

      Hapus
  21. setuju banget.. emang keren banget tuh tulisannya dli

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images